PERAN PEMUDA ISLAMI DALAM MENGHADAPI ERA GLOBALISASI


PERAN PEMUDA ISLAMI
DALAM MENGHADAPI ERA GLOBALISASI


Artikel ini disusun untuk memenuhi Tugas Akhir Mata Kuliah
Pendidian Agama Islam
Dosen Pengampu : Khairil Ikhsan Siregar, MA




Image result for logo unj png
         


Disusun Oleh Kelompok :
Sasti Diana Lestari          (1107619076)
Liza Fitriani                     (1107619146)
Fabiana Wulandari           (1107619163)
Kelas H (2019)
PRODI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR

FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA

SEMESTER 111 2019/2020








KATA PENGANTAR
Puji dan syukur kami panjatkan kehadiran Allah SWT. Karena berkat rahmat dan karunianya kami bisa menyelesaikan tugas artikel ini. Artikwl ini mengusung judul “Peran Pemuda Islami dalam Menghadapi Era Globalisasi”. Kami membuat artikel ini untuk menyelesaikan tugas di mata kuliah Agama Islam dalam semester ini. Dan juga sebagai bahan pembelajaran untuk yang membacanya.
Kami ucapkan terimakasih untuk Bapak Khairil Ikhsan Siregar, MA selaku dosen pengampu mata kuliah Pendidikan Agama Islam yang kami tempuh. Terimakasih kami ucapkan kepada orang tua kami yang selalu memberikan dukungan, sehingga kami dapat menyelesaikan artikel ini dengan baik. Dan yang terakhir adalah teman-teman yang selalu memberikan saran dan kritiknya dalam pembuatan artikel ini.
Kami menyadari bahwa artikel ini masih belum sempurna. Oleh karena itu, kami membutuhkan saran dan kritiknya untuk dapat membantu kami dalam pembuatan tugas yang serupa di masa yang akan datang.

Jakarta, 5 Januari 2020

Tim Penyusun




DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR.................................................................................................................
DAFTAR ISI...............................................................................................................................
BAB 1 PENDAHULUAN...........................................................................................................
A. Latar Belakang.................................................................................................................. 
B. Rumusan Masalah.............................................................................................................
C. Tujuan Penulisan...............................................................................................................
D. Manfaat Penulisan.............................................................................................................
   BAB 2 PEMBAHASAN..................................................................................................................
A. Pengertian Globalisasi.......................................................................................................
B. Globalisasi Menurut Pandangan Islam..............................................................................
C. Pengaruh yang Dibawa oleh Globalisasi...........................................................................
D. Tantangan Menjadi Pemuda yang Baik Menurut Islam....................................................
E. Sikap yang Harus Ditanamkan dalam Diri Pemuda Islami dalam Menghadapi Era Globalisasi.........................................................................................................................
F. Hal yang Harus Dilakukan Para Pemuda Islam di Era Globalisasi....................................
G. Peran atau Kontribusi yang Dapat Dilakukan oleh Pemuda Islami dalam Menghadapi Era Globalisasi...................................................................................................................
   BAB 3 PENUTUP............................................................................................................................
A. Kesimpulan........................................................................................................................
B. Saran..................................................................................................................................
  DAFTAR PUSTAKA......................................................................................................................



BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Seiring berkembangnya zaman yang semakin maju yang biasa disebut era Globalisasi. Era yang menghadirkan perubahan pada berbagai aspek kehidupan. Era yang mengubah tatanan kehidupan manusia dari tradisional menuju modern. Era dimana segala sesuatu dapat dilakukan dan diperoleh secara instan. Pada intinya, era globalisasi adalah era yang semakin memanjakan manusia dalam mengerjakan segala aktivitas kehidupannya.
Disatu sisi, era ini membawa dampak positif. Namun disisi lain, era globalisasi juga membawa dampak negatif. Era globalisasi seakan menghipnotis manusia dalam kenyamanan dengan berbagai teknologinya. Yang lebih memprihatikankannya lagi, kita semua sesama pemuda islami justru terbawa arus akan globalisasi tersebut. Seakan tidak lagi memiliki tameng yang kuat dalam menyaring mana yang kiranya baik dan mana yang kiranya buruk. Tentu, hal ini menjadi PR besar bagi pemuda-pemuda islami masa kini.

B. Rumusan Masalah
1. Apa itu era globalisasi?
2. Bagaimana globalisasi menurut pandangan islam?
3. Apa saja pengaruh-pengaruh yang dibawa oleh globalisasi?
4. Apa saja tantangan untuk bisa menjadi pemuda yang baik dan benar menurut islam?
5. Sikap seperti apa yang harus ditanamkan dalam diri pemuda islami dalam menghadapi era globalisasi?
6. Apa yang harus dilakukan para pemuda islam di era globalisasi?
7. Peran atau kontribusi apa yang dapat dilakukan oleh pemuda islami dalam menghadapi era globalisasi?

C. Tujuan
Artikel ini dibuat dengan tujuan agar para pembaca terutama para pemuda islami dapat mengetahui dan memahami perannya dalam menghadapi era globalisasi.
D. Manfaat
Artikel ini dibuat dengan bermanfaat agar bisa dijadikan sarana informasi dan sarana intropeksi diri bila kita sebagai pemuda islami yang belum berkontribusi dalam menghadapi era globalisasi kini.




BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian Era Globalisasi
Globalisasi adalah proses integrasi internasional yang terjadi karena pertukaran pandangan antara dunia, produk, pemikiran, dan aspek-aspek kebudayaan lainnya. Kemajuan transportasi datelekomunikasi, termasuk kemunculan telegraf dan Internet, merupakan faktor utama dalam globalisasi yang semakin mendorong saling ketergantungan (interdependensi) aktivitas ekonomi dan budaya.
Meski sejumlah pihak menyatakan bahwa globalisasi berawal di era modern, beberapa pakar lainnya melacak sejarah globalisasi sampai sebelum zaman penemuan Eropa dan pelayaran ke Dunia Baru. Ada pula pakar yang mencatat terjadinya globalisasi pada milenium ketiga sebelum Masehi. Pada akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20, keterhubungan ekonomi dan budaya dunia berlangsung sangat cepat.

B. Globalisasi Menurut Pandangan Islam
Islam adalah agama global dan universal. Tujuannya adalah menghadirkan risalah  peradaban islam yang sempurna dan menyeluruh, baik secara spirit, akhlak maupun materi. Di dalamnya, ada aspek duniawi dan ukhrowi yang saling melengkapi. Keduanya adalah satu kesatuan yang utuh dan integral. Universalitas atau globalitas islam menyerukan kepada semua manusia, tanpa memandang bangsa, suku bangsa, warna kulit dan deferensiasi lainnya. Hal ini dijelaskan Allah SWT. dalam al-Qur’an, ”Al -Qur’an itu hanyalah peringatan bagi seluruh alam” (Qs. at Takwir:27).
Semenjak abad VII Hijriah, Nabi Muhamad SAW. sudah menerapkan konsep globalisasi dalam berbagai aspek kehidupan. Misalnya ketika beliau mengirim utusannya membawa surat-surat beliau kepada para raja dan para pemimpin di  berbagai negara tetangga. Di antara para raja dan pemimpin itu adalah Raja Romawi dan Kisra Persia. Dengan demikian, ketika beliau wafat maka seluruh bangsa Arab sudah mampu meneruskan globalisasi yang telah dirintis oleh beliau.
Perlu dipahami bahwa globalisasi islam berangkat dari kesatuan antara tataran konseptual dan tataran aktual, dan ini merupakan salah satu keistimewaan islam. Bahkan menurut Fathi Yakan, globalisasi islam memiliki keistimewaaan-keistimewaan, yaitu:
a.    Memiliki keseimbangan antara hak dan kewajiban.
b.    Membangun suatu masyarakat yang adil dan memiliki kekuatan.
c.    Memiliki landasan atau konsep kesetaraan manusia tanpa diskriminasi, baik status sosial, etnis, kekayaan, warna kulit dan sejenisnya.
d.    Menjadikan musyawarah sebagai landasan sistem politik.
e.    Menjadikan ilmu sebagai kewajiban bagi masyarakat untuk mengembangkan bakat-bakat kemanusiaan dan lain-lain.
Globalisasi yang kita pahami adalah globalisasi islam. Dalam kerangka filosofis keumatan, kita harus memahami bahwa islam adalah aturan universal yang bisa menjangkau dunia. Yang bisa melampaui ruang dan waktu, dan tak terbatasi. Globalisasi islam adalah proses mengglobalkan nilai-nilai universalitas, seperti toleransi, kebersamaan, keadilan, kesatuan, musyawarah dan lain-lain.
Jadi dapat kita pahami, konsep globalisasi yang muncul baru-baru ini sebenarnya sudah ada dalam ajaran agama islam dan sudah dicontohkan oleh Rasulullah SAW. maka kita sebagai umat islam perlu memanfaatkan globalisasi sekaligus meniru apa yang sudah dilakukan Nabi Muhammad SAW. dengan memperhatikan poin-poin penting dalam globalisasi islam.

C. Pengaruh yang Dibawa oleh Globalisasi
Di negeri ini, era globalisasi identik dengan era yang membuka pintu masuknya budaya asing yang membuat tatanan hidup mereka cenderung mirip orang asing daripada nenek moyangnya. Akibat dari terbukanya pintu dan tanpa ada filter yang kuat, membawa suatu virus ganas. Virus yang lebih dikenal dengan F4(Food, Fun, Fashion dan Film) dapat menyerang dan melumpuhkan kepribadian orang-orang di negeri ini khususnya pemuda.
Pertama Food, realita dilapangan menunjukan orang di negeri ini lebih bangga ketika makan Steak, Pizza, Burger dan sejenisnya daripada makan pecel, klepon dan makanan tradisional lainnya. Kedua Fun, banyak pemuda yang lebih senang nongkrong sambil gitaran atau pacaran sana sini daripada belajar. Hal ini terjadi karena doktrin-doktrin negatif yang masuk ke kepala mereka akibat semakin majunya teknologi. Ketika kita flashback ke beberapa puluh tahun yang lalu betapa luar biasanya pemuda pada saat itu, walaupun hanya dengan teknologi seadanya namun tak menjadikan mereka bermalas-malasan dan bersenang-senang justru hal tersebut yang menyulut semangat mereka untuk belajar agar dapat merubah kehidupannya kearah yang lebih baik. Ketiga Fashion, fashion atau penampilan tak luput dari pengaruh barat. Pakaian ketat, rok mini, gaya rambut acak-acakan menggeser kearifan dan kesantunan budaya lokal. Mereka menganggap itu lebih keren dan stylish daripada budaya lokal yang dianggap norak dan ketinggalan zaman. Keempat Film, akhir-akhir ini kita sering melihat film-film bergenre horor namun diselingi adegan-adegan sensualitas. Selain film tersebut, dikalangan pemuda banyak beredar video-video yang tak layak mereka tonton. Hal itu seakan mendukung pikiran liberal pemuda-pemuda dalam berimajinasi sehingga tak sedikit pikiran liberal tersebut yang diinternalisasikan dan akhirnya banyak terjadi sex bebas, hamil diusia sekolah dan sebagainya.
Bahayanya virus F4 tidak hanya menjangkit pemuda biasa saja, tetapi pemuda islam juga tertular ganasnya virus ini.

D. Tantangan Menjadi Pemuda yang Baik Menurut Islam
Seperti yang kita ketahui, saat ini sudah banyak para pemuda dan pemudi muslim yang sudah tidak mencerminkan dirinya sebagai pribadi muslim. Dari hingga pulang larut malam, mabuk-mabukkan sampai ke hal yang lebih parah lagi (gak perlu disebutkan). Untuk menjadi pemuda yang baik dan benar, selalu saja banyak sekali tantangan dan cobaan yang begitu berat. Aneh saja jika banyak remaja muslim yang tidak bisa melewatinya sehingga lebih menjauh dari ajaran agamanya. Berikut ini tantangan yang semakin membudaya dan secara tidak sadar membuat iman para pemuda islam semakin menurun.
1.         Tradisi pacaran dan pergaulan yang bebas tanpa batas
Islam sangat menganjurkan untuk menjalin hubungan dengan sesama muslim maupun non muslim tetapi yang dilarang dalam islam, yaitu jika sudah keluar jalur dari islam seperti berpacaran. Islam memperbolehkan berpacaran asalkan sudah menikah. Dengan begitu tidak akan terjadi fitnah dan dosa di masa yang akan datang.
2.         Hiburan dan acara TV yang terus merusak pikiran
Hampir 90%, saat ini acara yang tayang di televisi tidak bermanfaat untuk membangun pemuda Indonesia menjadi pribadi yang cerdas. Bahkan acara televisi sekarang cenderung menjerumuskan anak-anak untuk terus menjadi bodoh dan menjauh pada ajaran islam seperti sinetron-sinetron dan ftv-ftv yang selalu mengedepankan gaya pacaran dan perbuatan tidak baik seperti melawan orang tua dan berkata kasar.
3.         Teknologi yang membuat pemuda islam lalai dan melupakan segala hal
Teknologi merupakan kebutuhan. Dengan adanya teknologi, dapat membantu kita dalam melakukan segala hal. Namun kadangkala, teknologi digunakan secara tidak tepat, seperti penggunaan social media yang digunakan untuk mengghibah, membongkar aib saudaranya sendiri dan membully.
4.         Gaya hidup yang tidak baik
Di era globalisasi, banyak para pemuda islam yang terjerumus mengikuti budaya barat yang buruk seperti berpakaian ketat, berkata kasar, gaya hidup yang berlebihan, pulang larut malam dan lain-lain.

E. Sikap yang Harus Ditanamkan dalam Diri Pemuda Islami dalam Menghadapi Era Globalisasi
Sudah saatnya pemuda islam bangun dari semua pengaruh globalisasi. Sudah saatnya pula bangkit dan mencari serta merebut setiap peluang yang ada untuk mengembalikan kejayaan islam di era globalisasi. Dengan pengaruh-pengaruh dari globalisasi tersebut, seharusnya pemuda islam segera bergerak. Bergerak disini bukan arti memerangi globalisasi tersebut, karena yang namanya zaman akan selalu berkembang dan tentu kita tidak boleh bersikap apatis dan hanya terbawa arus. Kita sebagai pemuda islami tidak boleh menutup diri dari perkembangan globalisasi, tetapi kita justru harus menempatkan diri dengan tepat dan menunjukkan jati diri keislaman kita yang tidak mudah terbawa arus negatif serta bisa memfilter mana yang membawa mudharat bagi kita dan mana yang membawa kemaslahatan bagi kita.

F. Hal yang Harus Dilakukan Para Pemuda Islam di Era Globalisasi
Hal yang harus dilakukan oleh para pemuda Islam di era globalisasi adalah dengan meningkatkan iman dan taqwa. Dengan iman yang teguh, maka segala macam godaan untuk menyimpang dari hukum Allah akan dapat ditepis. Saran ini memang mudah diucapkan tetapi tidak mudah untuk dilaksanakan, mengingat kuatnya godaan dan gempuran globalisasi ini, terutama oleh umat yang awam. Apalagi jika diingat bahwa, agar berhasil secara nasional, peningkatan keimanan dan ketaqwaan ini bukan hanya individual, melainkan juga kolektif. Secara individual, kita mungkin bisa menyuruh diri kita sendiri, kalau kita mau untuk melakukan hal-hal yang dapat meningkatkan iman dan taqwa kita kepada Allah. Namun, untuk bisa meningkat secara kolektif, maka diperlukan usaha-usaha tambahan untuk mempengaruhi orang lain agar mau melakukan hal-hal yang dapat meningkatkan iman dan taqwa mereka.  Kita perlu ‘reach-out’.  Dalam kalangan muslim, ini disebut dakwah. Dakwah dalam keluarga maupun dalam masyarakat yang menyangkut kehidupan sehari – hari.

G. Peran atau Kontribusi yang Dapat Dilakukan oleh Pemuda Islami dalam Menghadapi Era Globalisasi
Pemuda islam haruslah membuka diri terhadap perkembangan teknologi yang semakin canggih artinya pemuda islam mempelajarinya atau bahkan menciptakan teknologi baru yang lebih canggih. Karena Allah tidak hanya menyuruh umatnya untuk belajar mengenai islam saja namun juga untuk mempelajari ilmu pengetahuan alam dan teknologi.
Selain itu, Pemuda islam dapat memanfaatkan teknologi untuk kemajuan dan dakwah islam. Bila menelisik lebih jauh tentang kebiasaan mayoritas pemuda termasuk pemuda islam. Mereka seakan mempunyai satu dunia baru yakni dunia maya. Dunia yang membuat mereka nyaman dan leluasa untuk berekspresi tanpa ada batasan. Pemuda islam dapat mengambil perannya sebagai dai dengan menjadikan sosial media seperti facebook, twitter, instagram itu sebagai media dakwah sehingga akun tersebut membawa kebermanfaatan baik bagi dirinya maupun orang lain.
Di bidang ekonomi, pemuda islam dapat menerapkan muamalah sesuai syariat islam tanpa ada riba dalam setiap transaksi yang dilakukan. Fakta telah memperlihatkan bahwa sistem ekonomi yang diterapkan bangsa-bangsa barat tidak mampu menghadapi krisis global. Tetapi hanya sistem yang sesuai syariat islam yang mampu bertahan. Ini membuktikan bahwa sistem ekonomi yang dibangun dan dikembangkan sesuai syariat islam mampu menghadapi era globalisasi.
Di bidang politik, sistem kapitalis dan liberalis yang diterapkan bangsa-bangsa barat secara tidak langsung mempengaruhi kehidupan pemuda islam. Sistem-sistem itu membuat pemuda cenderung berperilaku liar dan ternyamankan oleh sistem sehingga nilai solidaritas dalam dirinya menurun. Sejarah mencatat dimana pemerintahan dengan sistem kekhalifahan mampu menaungi hampir 2/3 dunia dengan kedamaian dan ketentraman dibawah naungan islam. Keimanan dan ketaqwaanlah yang menjadi rahasia mereka mencapai kejayaan. Peran pemuda islam disini adalah menanamkan nilai-nilai kekhalifahan kepada  pemimpin atau setidaknya sebagai generasi yang akan memegang pimpinan selanjutnya sudah mempersiapkan diri dan membekali diri sebaik-baiknya sehingga kedamaian dibawah naungan islam kembali terjadi di era globalisasi.
Peran-peran tersebut dapat direalisasikan manakala pemuda islam mempunyai pondasi yang kuat dan kokoh agar tujuan mulia itu tercapai bukan malah terbawa arus negatif globalisasi. Setidaknya ada 4 hal sebagai pondasi tersebut, yaitu:
1. Tauhid yang kuat
Tauhid yang menjadi pondasi dasar kita dalam menjalani kehidupan yang sebenar-benarnya. Secara harafiah, saat kita lahir kita adalah islam. Lalu bagaimana dalam proses tumbuh menjadi manusia seutuhnya agar dapat mendapat akhirat yang sempurna.
2. Pemahaman agama yang kuat
Dalam beragama, kita harus memiliki ilmu yang luas dan benar-benar dipahami. Seperti halnya pepatah, Iman tanpa ilmu bagaikan lentera di tangan bayi. Namun ilmu tanpa iman, bagaikan lentera di tangan pencuri.
-Buya Hamka
3. Niat tulus dan komitmen
Semua usaha yang kita lakukan harus didasari niat yang tulus karena ingin menggapai Ridho Allaah SWT. Juga harus dijalankan dengan komitmen yang tinggi, tidak mudah goyah.
4. Ilmu pengetahuan yang lulus dan rasa ingin terus belajar
Dalam menuntut ilmu, kita harus menuntaskannya hingga paham, jangan setengah-setengah. Karena akan terjadi kemungkinan kita tersesatkan oleh setan, sebab ilmu yang mengambang.


BAB 3
PENUTUP

A. Kesimpulan
Setiap perbuatan tergantung pada niatnya. Sebagai agent of change sudah menjadi keharusan untuk melakukan perubahan. Perubahan yang didasari dengan niat semata-mata karena Allah untuk merubah dari tatanan yang buruk kearah yang baik. Niat yang benar akan menghadirkan komitmen yang kuat sehingga mampu menangkis segala ancaman-ancaman yang mencoba menghadang. Selain itu juga menghadirkan Ghiroh atau semangat pantang menyerah untuk berjuang menjalankan peran dalam menghadapi tantangan global.
B. Saran
Marilah kita sebagai pemuda islami menjadi aktor utama dalam perubahan, jangan hanya terdiam terbawa arus negatif akan perkembangan globalisasi. Selagi kita masih muda, memiliki pemikiran kreatif, ide-ide cemerlang, dan semangat yang masih membara maka mari bersama rapatkan barisan untuk membentuk era modern yang cerdas mengambil setiap peluang dan menciptakan perubahan. Sudah bukan saatnya pula berselisih sesama muslim tapi saatnya bersatu membentuk kesatuan padu untuk menghadapi segala bentuk ancaman dan mampu bertahan diri dengan jati diri keislaman kita.






DAFTAR PUSTAKA
a b Al-Rodhan, R.F. Nayef and GĂ©rard Stoudmann. (2006). Definitions of Globalization: A Comprehensive Overview and a Proposed Definition.
a b Albrow, Martin and Elizabeth King (eds.) (1990). Globalization, Knowledge and Society London: Sage. ISBN 978-0-8039-8324-3 p. 8. "...all those processes by which the peoples of the world are incorporated into a single world society."
Stever, H. Guyford (1972). "Science, Systems, and Society." Journal of Cybernetics, 2(3):1–3. DOI:10.1080/01969727208542909
^ a b Frank, Andre Gunder. (1998). ReOrient: Global economy in the Asian age.Berkeley: University of California Press. ISBN 978-0-520-21474-3
^ "Globalization and Global History (p.127)" (PDF). Diakses tanggal 3 July 2012.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Review I Wuf You, Wulan Fadila Fatia by inidiasasti

Puisi untuk Guru, Pahlawanku. Semoga tidak gagal paham.