Puisi untuk Guru, Pahlawanku. Semoga tidak gagal paham.

Selamat Hari Pendidikan Nasional untuk Para Pendidik dan Warga Terdidik Indonesia. Semoga selama ini, pendidikan yang kita terima akan membawa kita ke arah bahagia. Baik dunia maupun akhirat.

Kali ini, aku akan membahas bagaimana seorang pelajar menyampaikan apresiasinya terhadap Pendidik Indonesia.
Melalui ketikkan jari-jari mungil yang menimbulkan suara menenangkan. Di antara suara itu, tertulis kata yang tak begitu berharga. Tapi, semoga saja dapat membebskan belenggu di hati hingga membuat lega.



Puisi ini aku persembahkan untuk Guruku, Pendidik yang Mulia, tanpa tanda jasa.




Aku Yang Tak Tahu Bagaimana Berterimakasih Kepadamu, Guruku




Mengapa gelap diciptakan jika terang menenangkan?
Mengapa fajar diciptakan jika matahari pun segera bersinar?
Mengapa polos diciptakan jika berwarna lebih indah?
Mengapa ada ketidaktahuan jika paham dapat dituangkan?

Dulu sekali, saat aku masih menyandang gelar bocah cilik

Aku tidak memikirkannya
Oh,tidak. 
Jangankan untuk memikirkannya, peduli pun tidak
Aku hanya suka bermain, bermain dan bermain
Tanpa peduli bagaimana berputarnya bumi
Tanpa peduli bagaimana cara mematikan api


Namun sekarang,aku yang dulu justru menjadi bumerang

Menyerang dan menakutiku di kehidupan mendatang
Membuatku takut untuk beranjak dari masa kanak-kanak
Membiarkanku terpuruk dalam kehampaan dan penyesalan

Hingga pahlawan itu datang

Membuatku mengerti tentang gelap dan terang
Mengerti tentang matahari dan fajar
Mengerti tentang siang dan malam
Mengerti tentang senang dan juga kesedihan


Yang tak kupercayai adalah

Saat pahlawan-pahlawan itu hadir tanpa pernah kufikirkan
Pahlawan-pahlawan itu hadir dan selalu aku butuhkan
Mengajariku tentang pelajaran kehidupan
Menuntunku bagaimana caranya pulang
Tanpa pernah berfikir...
Bahwa aku tak bisa memberi balasan yang setimpal



Namun,aku sadar...

Tuhan memang Maha Besar
Tuhan selalu paham yang aku butuhkan
Tuhan benar
Pahlawanku datang meskipun tanpa membawa pedang
Menafsirkan ketidaktahuan hingga menjadi pasti dan benar 


Rasanya, tak ada kata terindah untuk mengakhiri

Tak ada kata cukup untuk mewakili
Karena, hati pun ciut jika seperti ini
Berterima kasih pada pahlawan hidup
Karena memang aku tak bisa membalas semua yang telah diberi..


Untuk mengakhiri aku bingung sendiri

Kata-kataku terlalu bisu untuk dapat dimengerti
Tapi, jauh di lubuk hati
Selalu kutanyakan dalam diri
Bagaimana membalas semua pelajaran kehidupan yang telah kau beri?
Guruku, pahlawan hidupku
Pelangi setelah hujan mengguyurku
Terima kasih Guruku...




Nah nah nah... Gimana hayooo? Paham nggak ya, sama yang aku sampaikan ini?
Jujur saja ya, aku sendiri pun bingung. Mengapa bisa seperti ini. Jika ada kesalahan ketik, itu bukan karena kerusakan komputer kamu yaa, tapi memang kesalahan jari-jariku hehee.

Terima kasih sudah mau membaca coretan ini. Semoga bermanfaat ;)
Kamu mengerti dan tidak gagal paham:)))
Dan jangan lupa follow instagramku @sasti.dll dan akun wattpad aku @diasasti_ *untuk akun wattpat tidak menggunakan @ ya((: add juga line aku (sstiiiii) Sekali lagi terima kasih sobaaat....

Assalamualaikum wr. wb.





Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Review I Wuf You, Wulan Fadila Fatia by inidiasasti

PERAN PEMUDA ISLAMI DALAM MENGHADAPI ERA GLOBALISASI